Kabar terbaru dari Belanda menunjukkan situasi flu burung (H5N1) pada kucing yang kian serius. Pada akhir Desember 2025 hingga Januari 2026, otoritas setempat mengonfirmasi kasus kematian kucing akibat virus ini, yang juga memicu penemuan kasus pertama pada sapi perah di Eropa.
Berikut adalah poin-poin penting mengenai situasinya:
Kasus Kematian Massal: Sebanyak delapan anak kucing di sebuah peternakan kambing dilaporkan mati setelah terinfeksi virus H5N1 yang sangat patogen. Infeksi diduga berasal dari bangkai burung liar yang dibawa induk mereka ke sarang.
Kasus Terbaru (Januari 2026): Pada 24 Januari 2026, otoritas Belanda (NVWA) melaporkan seekor kucing di peternakan susu di Friesland mati akibat flu burung. Kejadian ini memicu pemeriksaan lebih lanjut yang menemukan antibodi flu burung pada sapi di peternakan tersebut—kasus pertama di Eropa.
Gejala pada Kucing: Pemilik hewan diminta waspada jika kucing menunjukkan gejala gangguan saraf (seperti gemetar atau jalan sempoyongan), sesak napas, lesu, atau demam tinggi.
Rekomendasi Keamanan: RIVM Belanda menyarankan agar kucing peliharaan sebisa mungkin tetap di dalam rumah guna mencegah mereka berburu burung liar atau kontak dengan bangkai hewan yang terinfeksi.
Risiko penularan dari kucing ke manusia saat ini dinilai sangat rendah oleh para ahli.
Dari Berbagai Sumber IAGoogle tgl 1/2/2026