Editors' Spotlight

Antisipasi lonjakan permintaan ternak kurban selama idul fitri dan idul adha

Lonjakan permintaan komoditas ternak kurban selama Idul Fitri dan Idul Adha membutuhkan pengawasan kesehatan dan pengendalian regulasi yang lebih ketat. Menanggapi hal ini, Sekolah Vokasi Universitas IPB, bekerja sama dengan Asosiasi Peternak Sapi dan Penggemukan Indonesia (APPSI), menyelenggarakan Seminar Nasional APPSI Musim 1.

Pada kesempatan ini, Direktur Kesehatan Hewan Direktorat Jenderal Peternakan dan Pelayanan Kesehatan Hewan, Kementerian Pertanian, Dr. drh Hendra Wibawa, menekankan bahwa regulasi pergerakan ternak kurban merupakan aspek penting yang harus dipantau secara ketat.

“Jika melihat kembali tahun 2025, terdapat 36.381 permohonan untuk pergerakan ternak ruminansia di seluruh Indonesia. Jumlah permohonan tertinggi memang terjadi menjelang Idul Adha, dengan 5.003 permohonan tercatat pada Mei 2025, serta sebelum Idul Fitri pada Maret dengan 4.109 permohonan,” jelasnya.

Sementara itu, Dekan Sekolah Tinggi Vokasi Universitas IPB, Dr. Aceng Hidayat, menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen lembaga pendidikan tinggi vokasi tersebut untuk mendukung keberlanjutan sektor peternakan nasional, khususnya menjelang Idul Adha.

“Alhamdulillah, setiap tahun setelah Idul Adha, kami memastikan kesehatan ternak tetap terjaga dengan baik. Kami terus mendorong keterlibatan dosen dengan peternak, terutama dalam aspek kesehatan hewan, pengembangan sumber daya manusia di lapangan, serta inovasi, termasuk peningkatan kualitas pakan ternak lokal melalui pengelolaan hijauan dan seleksi bibit yang tepat,” katanya.

Beliau juga menekankan pentingnya menjaga kolaborasi antara lembaga pendidikan tinggi vokasi, asosiasi peternak, dan pemangku kepentingan terkait untuk mendukung peningkatan kualitas peternakan sapi lokal.

“Saya berharap upaya ini akan terus berkembang dan memberikan manfaat nyata bagi para peternak, khususnya di Jawa Barat, dan menghasilkan inovasi yang semakin memperkuat daya saing peternakan sapi lokal,” tambahnya.

Ketua Dewan Regional APPSI Jawa Barat, Subhan Bila Adam, menyoroti pentingnya dukungan kebijakan pemerintah bagi peternak ruminansia. Ia menilai bahwa Program Pakan Bergizi Gratis (MBG) telah memberikan kontribusi signifikan terhadap keberlanjutan usaha peternakan.

“Saat ini, program MBG sangat mendukung peternak dalam menjaga keberlanjutan usaha peternakan mereka. Namun, program ini masih didominasi oleh sektor unggas. Oleh karena itu, kami berharap Pemerintah Provinsi Jawa Barat dapat mendorong inklusi yang lebih besar terhadap kebutuhan ternak ruminansia dalam program MBG dan memberikan dukungan pakan bagi peternak ruminansia, khususnya peternak sapi di Jawa Barat,” ujarnya.

Sumber : IPB