Editors' Spotlight

Antisipasi lonjakan permintaan ternak kurban selama idul fitri dan idul adha

BRIN Menerima Penghargaan FAO Recognition 80 untuk Inovasi dalam Sistem Produksi Peternakan Berkelanjutan


Tangeran Selatan - Hubungan Masyarakat BRIN. Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menerima penghargaan dari Organisasi Pangan dan Pertanian (FAO) pada acara "Penghargaan FAO 80 untuk Praktik Baik dan Inovasi dalam Transformasi Peternakan Berkelanjutan, One Health, Kesehatan Hewan, dan Pusat Rujukan". Penghargaan ini diberikan kepada Pusat Penelitian Sistem Produksi Berkelanjutan dan Penilaian Siklus Hidup, yang sejak September 2025 telah menjadi Pusat Penelitian Sistem Industri dan Manufaktur Berkelanjutan (PR SIMB).

Dari total 407 aplikasi dari 72 negara, FAO memilih 50 inisiatif terbaik yang dianggap mampu memberikan kontribusi nyata terhadap transformasi sistem peternakan berkelanjutan di seluruh dunia. Salah satunya adalah penelitian inovatif BRIN yang mengembangkan sistem produksi peternakan berkelanjutan menggunakan pendekatan One Health. Pendekatan ini menekankan integrasi kesehatan manusia, hewan, dan lingkungan dalam membangun ketahanan pangan yang tangguh.

Kontribusi BRIN diakui melalui karya berjudul “Mengubah limbah menjadi sumber daya: Inovasi terintegrasi kelapa sawit-peternakan untuk ketahanan sistem pangan berkelanjutan.” Inovasi ini mengusung pendekatan terintegrasi antara perkebunan kelapa sawit dan peternakan untuk menciptakan sistem produksi yang efisien, minim limbah, dan berkelanjutan.

Kepala PR SIMB BRIN, Nugroho Adi Sasongko, menyampaikan apresiasinya atas penghargaan yang diberikan oleh FAO. Beliau menyatakan bahwa pengakuan ini membuktikan bahwa penelitian yang dilakukan oleh para peneliti BRIN tidak hanya memiliki nilai akademis tetapi juga secara langsung berkontribusi pada upaya global untuk membangun sistem pangan yang tangguh dan ramah lingkungan. Melalui penelitian yang dilakukan, mereka berupaya memprioritaskan efisiensi produksi, kesejahteraan hewan, dan pengelolaan sumber daya yang berkelanjutan.

“Penghargaan ini mencerminkan kerja keras para peneliti Indonesia yang telah mendapatkan perhatian global. Kami akan terus memperkuat kolaborasi interdisipliner dan memastikan bahwa hasil penelitian dapat diterapkan untuk mendukung keberlanjutan sektor peternakan nasional,” katanya.

PR SIMB BRIN secara konsisten memprioritaskan efisiensi produksi, kesejahteraan hewan, dan pengelolaan sumber daya yang berkelanjutan. Pencapaian ini juga memperkuat posisi BRIN sebagai lembaga penelitian terkemuka yang secara aktif mendukung target transformasi sistem pangan berkelanjutan global.

Nugroho percaya bahwa dengan pengakuan dari FAO ini, BRIN menunjukkan bahwa penelitian nasional mampu bersaing di tingkat internasional dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat. BRIN berkomitmen untuk terus memperluas kolaborasi dengan lembaga global seperti FAO untuk memperkuat kapasitas penelitian dan mempercepat implementasi inovasi di sektor peternakan, menuju transformasi sistem pangan yang tangguh, berkelanjutan, dan berdaya saing global.

Sumber : Brin