Kirgistan telah memberlakukan pembatasan sementara terhadap impor hewan yang rentan terhadap virus Nipah, serta produk hewani, dari India mulai 28 Januari 2026, lapor Kantor Berita Qazinform.
Menurut Layanan Veteriner Kirgistan, langkah-langkah tersebut bertujuan untuk memastikan keamanan veteriner dan sanitasi negara.
Virus Nipah adalah penyakit zoonosis berbahaya yang dapat menular dari hewan ke manusia, sehingga pihak berwenang mendesak warga untuk menghindari produk hewani yang tidak diketahui asal-usulnya dan memeriksa dokumentasi veteriner yang tepat.
Situasi tersebut tetap dipantau secara terus-menerus oleh pihak berwenang.
Sebelumnya, Kantor Berita Qazinform melaporkan bahwa pihak berwenang India meningkatkan langkah-langkah penahanan di negara bagian timur Benggala Barat setelah lima kasus virus Nipah yang dikonfirmasi, termasuk infeksi di antara dokter dan perawat.
Sumber : qasinform