Editors' Spotlight

Antisipasi lonjakan permintaan ternak kurban selama idul fitri dan idul adha

Ternak Zimbabwe terancam kekeringan akibat El Nino


Bayangan mengerikan El Niño membayangi Zimbabwe, saat negara itu bergulat dengan dampak parah dari kekeringan yang ditimbulkannya. Pejabat pemerintah dan ahli pertanian membunyikan alarm tentang potensi ancaman terhadap ternak nasional, karena kondisi kekeringan yang tidak normal berdampak buruk pada padang rumput, lahan penggembalaan, dan mata pencaharian ribuan ternak.

Cengkeraman El Niño pada Ternak

Menurut Organisasi Pangan dan Pertanian (FAO), El Niño melepaskan kondisi kekeringan yang tidak normal di negara-negara penghasil ternak utama di belahan bumi selatan, yang berdampak buruk pada padang rumput dan lahan penggembalaan. Laporan ketahanan pangan bulan November tentang Zimbabwe oleh Badan Pembangunan Internasional Amerika Serikat (USAID) menggarisbawahi parahnya situasi tersebut, mencatat penurunan akses air di daerah semi-kering dengan curah hujan di bawah rata-rata.

Ternak dan masyarakat setempat bergulat dengan peningkatan jarak ke sumber air, yang membatasi waktu untuk kegiatan domestik dan mata pencaharian lainnya. Kondisi padang penggembalaan semakin memburuk, terutama di daerah semi-kering ini, yang menimbulkan ancaman langsung bagi ternak.

Wawasan Direktur Peternakan

Rutendo Nyahoda, Wakil Direktur Produksi Peternakan di Kementerian Pertanahan, Pertanian, Air, Perikanan, dan Pemukiman Kembali Pedesaan, mengaitkan meningkatnya tantangan peternakan dengan faktor-faktor yang dipicu oleh El Niño. Kekeringan yang berkepanjangan, keterlambatan hujan, dan panas yang berlebihan telah menciptakan badai yang sempurna, yang menyebabkan pertumbuhan hijauan tertekan dan kekurangan pakan ternak untuk penggembalaan.

“Pakan yang tersedia, dalam kondisi keringnya, berkualitas buruk dan tidak mampu memenuhi kebutuhan nutrisi dasar untuk ternak,” tegas Nyahoda. Kekurangan air yang akut untuk konsumsi manusia dan ternak semakin diperparah oleh kondisi kekeringan yang berkepanjangan ini, yang memperkuat kerentanan ternak terhadap berbagai kondisi kesehatan.

Risiko dan Intervensi yang Meningkat

Karena kondisi padang penggembalaan dan lahan penggembalaan terus memburuk, ternak menghadapi peningkatan risiko penyakit oportunistik, bahaya lingkungan, dan menelan zat berbahaya. Pengambilan ternak diperkirakan akan menurun hingga kondisi pulih, memungkinkan jumlah ternak untuk pulih kembali.

Untuk mengatasi dampak langsung dan jangka pendek El Niño, pemerintah Zimbabwe bekerja sama dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk organisasi non-pemerintah, badan-badan PBB, dan badan-badan semi-pemerintah. Intervensi meliputi pengeboran sumur untuk memastikan pasokan air jangka pendek bagi ternak dan penyediaan pakan tambahan, seperti jerami atau pakan yang diproduksi secara komersial, untuk membantu mempertahankan atau meningkatkan kondisi ternak.

Peran Petani dalam Mitigasi

Nyahoda menekankan peran penting petani dalam menjaga kesehatan ternak. Di luar intervensi pemerintah, petani didesak untuk memastikan pasokan air yang memadai, membersihkan area penggembalaan dari benda asing, dan mengambil langkah-langkah untuk mencegah ternak memakan tanaman beracun. Upaya kolaboratif antara inisiatif pemerintah dan keterlibatan petani sangat penting untuk mengatasi tantangan yang ditimbulkan oleh El Niño dan menjaga kesejahteraan populasi ternak Zimbabwe yang vital.