pada tanggal
Berita
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Waspada Leptospirosis sangat krusial saat ini karena curah hujan tinggi memicu banjir yang membawa urine hewan terinfeksi (terutama tikus) ke area pemukiman.
Berikut adalah panduan terbaru per Januari 2026 untuk menghadapi risiko ini:
1. Gejala Khas yang Harus Diwaspadai
Bakteri Leptospira dapat masuk melalui kulit yang luka, mata, hidung, atau mulut. Segera periksa jika Anda mengalami: Demam tinggi mendadak (>38°C) dan menggigil, Nyeri otot hebat, terutama di area betis dan punggung, Mata merah (konjungtivitas) dan kulit atau mata mulai tampak menguning, Sakit kepala hebat, lemas, mual, atau muntah.
2. Tindakan Pencegahan Mandiri
Gunakan APD: Pakai sepatu bot karet dan sarung tangan saat melewati banjir atau membersihkan lingkungan pasca-banjir, Tutup Luka: Pastikan semua luka terbuka di kulit ditutup dengan plester kedap air sebelum terpapar air hujan/genangan, Kebersihan Diri: Segera mandi dan cuci tangan/kaki dengan sabun setelah beraktivitas di area basah, Keamanan Makanan: Simpan makanan dan minuman dalam wadah tertutup rapat untuk menghindari kontaminasi urine tikus.
3. Update Situasi Terkini (2025-2026)
Kasus Leptospirosis tercatat mengalami peningkatan signifikan di beberapa wilayah Indonesia pada semester terakhir tahun 2025 hingga awal 2026. DIY & Jateng: Wilayah ini melaporkan peningkatan kasus yang cukup tinggi, dengan 453 kasus dan 38 kematian di DIY sepanjang Januari-November 2025.
Bantul: Per 13 Januari 2026, tercatat 13 warga meninggal dunia akibat penyakit ini.
Jika Anda merasa telah terpapar air banjir dan mulai merasa demam, segera kunjungi Fasilitas Kesehatan Terdekat untuk deteksi dini. Penanganan cepat sangat menentukan keselamatan karena penyakit ini bisa menyebabkan gagal ginjal mendadak.