Editors' Spotlight

Antisipasi lonjakan permintaan ternak kurban selama idul fitri dan idul adha

Mengubah Limbah Peternakan Menjadi Energi Bersih, Tim FLUX ITB Raih Juara 2 Nasional


A documentation moment of Team FLUX with their mentor from TBS, Alvin Novalink, SVP of Internal Audit and Risk Management at TBS. (Committee Documentation)

BANDUNG, itb.ac.id – Sebuah tim mahasiswa dari Institut Teknologi Bandung (ITB), yang dikenal sebagai Tim FLUX, berhasil meraih Juara 2 dalam Gandeng x TBS Renewable Energy Ideation Challenge 2025. Tim ini lolos melalui proses seleksi ketat yang melibatkan lebih dari 100 tim nasional, serangkaian sesi mentoring, dan akhirnya tahap presentasi final.

Tim FLUX terdiri dari Ghifari Jauhar Yajri (Teknik Perminyakan), Syakira Fildza Nazhifan (Sistem Informasi dan Teknologi), dan Inggried Amelia Deswanty (Sistem Informasi dan Teknologi).

BioSync: Inovasi Energi Sirkular dari Limbah Peternakan
Sejalan dengan tema “Mendorong Transisi Menuju Masa Depan Net Zero”, Tim FLUX mempresentasikan proposal berjudul “BioSync – Sistem Energi Sirkular Cerdas,” sebuah biodigester bertenaga surya yang terintegrasi dengan teknologi Internet of Things (IoT).

Inovasi ini bertujuan untuk mengatasi dua masalah utama: rendahnya pemanfaatan limbah organik di sektor peternakan—salah satu penyebab tingginya emisi metana—dan terbatasnya akses terhadap energi bersih dan terjangkau di daerah pedesaan.

“Kami menawarkan solusi yang mengubah limbah ternak menjadi biogas sebagai sumber energi bersih, sekaligus menghasilkan pupuk organik untuk pertanian lokal,” kata perwakilan tim Ghifari.

“Dengan BioSync, kami bertujuan untuk mengubah tantangan lingkungan menjadi peluang energi,” tambahnya.

Inovasi Kreatif, Layak, dan Terukur
Karya Tim FLUX diakui karena memenuhi tiga kriteria inti kompetisi: kreatif, layak, dan terukur.

-Kreatif: BioSync mengintegrasikan biodigester, panel surya, dan sistem pemantauan IoT ke dalam satu ekosistem energi sirkular.

-Layak: Analisis keuangan menunjukkan perkiraan Pengembalian Investasi (ROI) sebesar 11,67% dengan proyeksi periode pengembalian modal selama 6,4 tahun.

-Terukur: Model bisnis dirancang untuk tumbuh secara bertahap, dimulai dengan proyek percontohan B2C di Lampung dan berkembang menuju skema B2B2B dan B2G untuk implementasi skala nasional.

Tantangan Kompetisi dan Tahap Final
Pada babak final, Tim FLUX mempresentasikan ide mereka di hadapan para juri profesional, termasuk Dimas Adi Wibowo, Direktur Utama Energi Baru di PT TBS Energi Utama Tbk, dan Anugraha Dezmercoledi, Direktur Eksekutif Yayasan TBS.

Tim tersebut berbagi bahwa tantangan terbesar mereka adalah menggabungkan pendekatan teknis, digital, dan bisnis ke dalam satu solusi realistis, sambil juga mengelola tanggung jawab akademis, persiapan tesis, dan kegiatan organisasi.

Saat diumumkan sebagai pemenang Juara 2, tim tersebut mengungkapkan kebanggaan dan rasa terima kasih mereka.

“Setelah berminggu-minggu berdiskusi, merevisi, dan melakukan simulasi presentasi, kerja keras kami akhirnya membuahkan hasil,” kata mereka. “Kami bangga dapat memberikan ide konkret untuk masa depan energi Indonesia.”

Ke depannya, Tim FLUX berencana untuk mengembangkan BioSync lebih lanjut menjadi proyek dunia nyata dan sedang menjajaki peluang kolaborasi untuk implementasi percontohan skala kecil.

Mereka juga menyampaikan pesan kepada sesama mahasiswa. "Jangan menunggu ide Anda menjadi 'sempurna' sebelum bertindak. Kompetisi bukan hanya tentang menang—tetapi tentang mempertajam pola pikir Anda. Dari langkah keberanian pertama itu, peluang baru akan mulai terbuka.”

Sumber : ITB