pada tanggal
Berita
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Penyakit pada babi meliputi penyakit virus berbahaya seperti African Swine Fever (ASF) dan Classical Swine Fever (CSF) (Kolera Babi) yang mematikan dan menular cepat, serta penyakit pernapasan seperti Pneumonia Mikoplasma, APP, dan PRRS, juga penyakit bakteri seperti Streptococcus suis dan Haemophilus parasuis, serta parasit seperti cacing dan kudis, yang umumnya disebabkan oleh virus, bakteri, parasit, manajemen buruk, atau faktor lingkungan, dan memerlukan sanitasi ketat serta deteksi dini untuk pengendaliannya, seperti dilansir dari berbagai sumber.
Penyakit Virus Utama:
African Swine Fever (ASF): Sangat menular, tingkat kematian bisa mencapai 100%, tidak menular ke manusia, tetapi merusak ekonomi peternak secara masif.
Classical Swine Fever (CSF) / Kolera Babi: Penyakit virus mematikan, menyebabkan demam, diare, pendarahan, dan perubahan warna kulit, tidak menular ke manusia.
Porcine Reproductive and Respiratory Syndrome (PRRS): Virus menyerang sistem reproduksi dan pernapasan, menyebabkan demam dan nafsu makan turun.
Flu Babi (Swine Influenza Virus/SIV): Menyerang sistem pernapasan, onset cepat, dapat menyebabkan pneumonia, bronkitis, hingga gangguan saraf pada kasus parah.
Penyakit Bakteri dan Parasit:
Pneumonia Mikoplasma (Enzootik): Batuk kering menjadi gejala awal, disebabkan bakteri M. hyopneumoniae.
Actinobacillus pleuropneumoniae (APP): Penyakit pernapasan parah dan menular.
Streptococcus suis: Sering jadi penyebab pneumonia.
Haemophilus parasuis: Menyebabkan penyakit Glässer (radang selaput tubuh, sendi, meningitis).
Kecacingan, Kudis (Scabies), dan Gerusan (Enteritis): Disebabkan parasit, umum terjadi dan dipengaruhi manajemen pemeliharaan.
Penyebab dan Pencegahan:
Penyebab: Virus, bakteri, parasit, jamur, kualitas pakan, dan manajemen kandang yang buruk.
Pencegahan: Sanitasi ketat, isolasi ternak sakit, pengendalian pergerakan ternak, dan vaksinasi (untuk beberapa penyakit seperti CSF di wilayah endemik).
Yang Perlu Dilakukan:
Segera laporkan jika menemukan gejala penyakit pada babi ke petugas kesehatan hewan setempat.
Penerapan biosekuriti ketat untuk mencegah masuknya penyakit seperti ASF dan CSF.