Editors' Spotlight

Antisipasi lonjakan permintaan ternak kurban selama idul fitri dan idul adha

Indonesia meluncurkan vaksinasi ternak di tengah penyebaran penyakit mulut dan kuku (PMK).

14 January 2025



Indonesia telah meluncurkan program vaksinasi untuk menekan wabah penyakit mulut dan kuku yang telah menyebar ke 11 provinsi dan menginfeksi ribuan ternak, lapor Reuters, mengutip seorang pejabat pada hari Selasa.

Data dari sistem informasi kesehatan hewan nasional menunjukkan 338 ternak mati dan 14.630 lainnya terinfeksi penyakit tersebut sejak kasus pertama tercatat pada bulan Desember.

"Strategi kami adalah melalui vaksinasi ternak pada hewan sehat untuk memberikan kekebalan terhadap penyakit tersebut," kata direktur kesehatan hewan Kementerian Pertanian, Imron Suandy, kepada Reuters.

Peningkatan kasus disebabkan oleh ternak yang tidak divaksinasi, lalu lintas ternak antar daerah yang tinggi, dan perubahan cuaca ekstrem yang memengaruhi kekebalan mereka, katanya.

Pemerintah pusat telah mengalokasikan 4 juta dosis vaksin, dengan memprioritaskan daerah peternakan dengan kasus yang lebih tinggi, termasuk di Pulau Jawa dan beberapa provinsi lainnya.

Pada tahun 2022, lebih dari 455.000 ternak terinfeksi penyakit mulut dan kuku. Menurut data pemerintah, terdapat 4.720 ekor hewan yang terbunuh dan 7.561 ekor lainnya disembelih.

Minggu lalu, Indonesia mendorong peternak sapi domestik untuk mengimpor sapi bibit, dengan target 400.000 ekor pada tahun 2025, untuk memasok daging dan susu bagi program makan siang gratis sekolah pemerintah.