Editors' Spotlight

Antisipasi lonjakan permintaan ternak kurban selama idul fitri dan idul adha

Daging Asuh

Daging ASUH adalah singkatan dari Aman, Sehat, Utuh, dan Halal, merujuk pada daging berkualitas tinggi yang aman dikonsumsi karena bebas dari bahaya biologis, kimiawi, dan fisik, bergizi, tidak dicampur atau dipalsukan, serta dipotong dan ditangani sesuai syariat Islam, sehingga ideal untuk menjaga kesehatan keluarga. Memilih daging ASUH berarti memastikan kualitas daging dari warna, aroma, dan teksturnya, serta membeli dari sumber terpercaya untuk menghindari daging oplosan (seperti daging sapi campur babi, ayam tiren, atau sapi gelonggongan). 

Ciri-ciri Daging ASUH

  • Aman: Bebas dari cemaran mikroorganisme, zat kimia (pestisida, obat-obatan), dan benda asing, berasal dari hewan sehat.

  • Sehat: Mengandung nutrisi yang bermanfaat untuk pertumbuhan dan kesehatan tubuh.

  • Utuh: Berasal dari satu jenis hewan secara keseluruhan, tidak dicampur dengan bagian lain atau jenis daging lain (misalnya, daging sapi asli, bukan campuran babi atau ayam).

  • Halal: Hewan disembelih dan dagingnya ditangani sesuai dengan hukum Islam. 

Cara Memilih Daging ASUH

  • Warna: Merah segar, sesuai jenis dagingnya (misal: merah tua untuk kerbau, lebih pucat untuk ayam). Hindari warna pucat atau keabuan.

  • Aroma: Khas daging, tidak amis, tidak bau busuk, atau bau menyengat.

  • Tekstur: Kenyal alami. Jika ditekan dengan jari, daging akan kembali ke bentuk semula dengan cepat.

  • Kebersihan: Permukaan bersih, tidak ada luka memar atau bekas jahitan aneh, tidak lengket. 

Tips Tambahan

  • Beli dari sumber terpercaya seperti pasar tradisional atau toko daging yang memiliki sertifikasi.

  • Perhatikan kebersihan alat yang digunakan dalam memproses daging.

  • Pisahkan daging dari jeroan, jangan campur dengan bahan lain, dan simpan di suhu dingin jika tidak langsung dimasak.